Baca Berita

Lomba Lelakut, Pindekan & Sunari 2017

Oleh : naayadubek | 16 Februari 2017 | Dibaca : 212 Pengunjung

Pertumbuhan penduduk dinilai menjadi salah satu pemicu terjadinya alih fungsi lahan di Kota Denpasar. Hal ini juga berpengaruh pada bergesernya tatanan budaya agraris masyarakat. Melihat hal tersebut Pemkot Denpasar telah melakukan upaya bersinergi dengan tokoh- tokoh masyarakat adat menggalakan budaya pertanian yang juga sebagai warisan nenek moyang agar tetap terjaga di Kota Denpasar.

Penguatan program Subak Lestari menjadi salah satu program Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra lewat gelaran Lomba Lelakut, Pindekan dan Sunari melalui leading sector Dinas Kebudayaan Kota Denpasar serangkaian HUT Kota Denpasar Ke- 229 Tahun 2017. Lomba dibuka Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra pada Rabu (15/2) di Subak Anggabaya, Desa Pakraman Anggabaya Denpasar, yang juga dihadiri Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Organisasi Perangkat Daerah Pemkot Denpasar, Sabha Upadesa, serta tokoh masyarakat adat setempat.

Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan pergeseran seperti alih fungsi lahan dan berubahnya pola budaya agraris masyarakat merupakan sesuatu yang tak bisa dihindarkan.

Menyikapi fenomena ini perlu lebih digencarkan inovasi seperti Urban Farming dan pertanian Hidroponik yang tidak memerlukan lahan banyak namun mampu menghasilkan produktivitas hasil pertanian yang sesuai. “Program Subak Lestari yang digaungkan Pemkot Denpasar, selain juga membenahi segi teknis, juga membantu petani untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas pertanian lewat program asuransi pertanian, serta memberikan program beasiswa bagi anak petani yang masih bersekolah,” ujar Rai Mantra.

Disamping itu dalam lomba kali ini dengan keterlibatan generasi muda dalam penguatan budaya mampu memberikan inovasi dan kreativitas yang baik. Rai Mantra juga mengharapkan lomba ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan lewat kemasan kreatif melibatkan sekaa teruna di banjar-banjar.

Ketua Majelis Subak Kota Denpasar, Wayan Jelantik mengatakan pelaksanaan Lomba Lelakut, Pindekan dan Sunari bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat untuk melestarikan budaya persubakan berdasarkan konsep Tri Hita Karana di Kota Denpasar. “Disamping itu pelaksanaan Lomba Lelakut, Pindekan dan Sunari diharapkan mampu merangsang kreatifitas sekaa- sekaa subak maupun sekaa teruna yang berpartisispasi didalamnya, disamping memberikan pemahaman tentang filososfi lelakut, pindekan dan sunari” ujar Wayan Jelantik.


Oleh : naayadubek | 16 Februari 2017 | Dibaca : 212 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter