Baca Berita

DISBUD GELAR LOMBA KALIGRAFI dan BALI SIMBAR Libatkan Siswa Se-Kota Denpasar

Oleh : naayadubek | 13 Juni 2017 | Dibaca : 115 Pengunjung

Denpasar, Dalam rangka membangkitkan dan melestarikan kesustraan bali kuno yang menjadi  sumber pengetahuan bagi kelangsungan hidup dan peradaban manusia Bali, Minggu, (11/6) bertempat di loby Kantor Dinas Kebudayaan Denpasar digelar Lomba Kaligrafi dan Bali Simbar. Lomba kali ini melibatkanpelajar SMP, SMA/SMK Se-Kota Denpasar. Demikian dikatakan Plt. Kadis Kebudayaan Denpasar Nyoman Sujati ditengah-tengah berlangsungnya lomba. 

Dijelaskan Sujati, lomba Kaligrafi Dan Bali Simbar yang diselenggarakansetiap tahun menjelang kegiatan libur sekolah.  Adalah dalam rangka menggali,melestarikan dan  mengembangkan naskah kuno diantaranya adalah aksara Bali. Hal ini dilakukan mengingat akhir-akhir ini aksara Bali kurang mendapat perhatian para generasi muda. Hal ini akibat dari pengaruh globalisasi yang semakin mendesak disatu sisi karena lemahnya pemahaman para generasi muda tentang pentingnya Aksara . Dengan lomba ini diharapkan generasi muda makin tergerak hatinya untuk ikut terlibat langsung dalam upaya pelestarian dan pengembangan aksara Bali kuno. Lomba diikuti puluhan peserta putra-putri berasal dari siswa-siswi SMP, SMA/SMK Se-Kota Denpasar. Tentang kreteria, untuk kaligrafi peserta diwajibkan membuat lukisan kaligrafi dengan tema “Tri Hita Karana”. Teks pelukisan tak dibedakan antara peserta SMP dan SMA/SMK sama yaitu “Tri Hita Karana”. Kaligrafi yang sudah dibuat diatas kanvas kemudian dituangkan pada kertas A4 dengan ornamen dan tulisan memakai cat, crayon dan pensil warna. Unsur-unsur yang dinilai meliputi; keindahan bentuk, makna, keserasian media dan ketepatan waktu. Sedang untuk jenis lomba aksara bali dengan program bali simbar B atau program bali simbar dwijendra. Masing-masing peserta diwajibkan menyalin huruf latin ke dalam bahasa bali. Setiap peserta juga diwajibkan menyalin teks soal yang disediakan panitia dengan menggunakan salah satu dari kedua program tersebut yakni. Bali Simbar B atau Program Bali Simbar Dwijendra . Sama halnya  untuk tingkat SMA/SMK mereka juga diwajibkan menyalin teks menggunakan salah satu dari kedua program tersebut. Dan masing-masing peserta disediakan waktu 60 menit sedangkan untuk kaligrafi panitia menyediakan waktu sekitar 180 menit.Penilaian didasarkan pada tingkat kebenaran, ketepatan penulisan, kreatifitas, keterbacaan huruf, kebenaran pasang aksara dan komposisi. (Sdn.Humbud.Dps.).         


Oleh : naayadubek | 13 Juni 2017 | Dibaca : 115 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter