Baca Berita

I WAYAN SUWECA Terima Penghargaan “PENGABDI SENI”

Oleh : naayadubek | 28 Juni 2017 | Dibaca : 126 Pengunjung

Denpasar, Seniman lanjut usia I Wayan Suweca,S.Skar.M.Mus asal Br. Kayumas Denpasar Timur berhasil menorehkan namanya bersama delapan seniman Kabupaten lainnya sebagai peraih penghargaan tokoh “Pengabdi Seni” bertepatan dengan pelaksanaan PKB ke 39. Penghargaan diserahkan langsung Gubernur Bali Md. Mangku Pastika di Gedung Kcir  Arnawa Art Centre Denpasar, Senin (26/6). Hadir pula para pimpinan OPD, para tokoh-tokoh seni dan tokoh masyarakat Se-Bali.

Penghargaan “Pengabdi Seni” diberikan kepada para seniman diseluruh Kabupaten/Kota didasari atas prestasi, dedikasi, pengalaman serta pengabdian secara terus-menerus melalui karya-karya nyata dibidang seni dan budaya. Terkait dengan penghargaan ini, salah seorang seniman kerawitan Kota Denpasar yakni I Wayan Suweca yang juga berprofesi sebagai Dosen ISSI Denpasar. Berhasil menorehkan namanya sejajar dengan seniman lainnya yang lebih dulu menerima penghargaan bergengsi ini. Suweca yang kini berdomisili di Br. Saraswati Kesiman Petilan-Dentim dan telah berusia 67 tahun. Ketika ditemui mengatakan rasa bangganya menerima pengharagan ini. Dan menurutnya penghargaan ini sekaligus sebagai tantangan dirinya untuk terus berkarya dan melakukan pengabdian sesuai keahlian yang dimiliki. Dengan langkah dan komitmen ini paling tidak akan menjadi cermin dan tauladan bagi para generasi muda mendatang dalam upaya mengajegkan seni dan budaya Bali, jelasnya. I Wayan Suweca seniman lawas yang sejak tahun 1980 telah malang melintang membawa misi kesenian ke berbagai daerah di Nusantara termasuk Luar Negeri. Seperti; daratan Asia, Eropa dan Amerika, banyak menelorkan karya-karya seni termasuk berbagai penghargaan. Dari sepak terjangnya di dunia seni selama ini, yang menarik bagainya  adalah keterlibatannya dalam membentuk sekeha Gong “Sekar Jaya” masyarakat California Amerika yang kini masih tetap eksis. Dari berbagai perangkat gamelan yang ditekuni, mekendang merupakan spesialisasinya. Dengan keahliannya tersebut tak salah jika banyak seniman muda yang berguru padanya. “Kalau saya sudah mekendang, rasanya sakit rhematik saya hilang, ujarnya sambil tersenyum dengan kumis yang menmpel rapi. Menurut Suweca penghargaan ini menjadi cambuk baginya untuk terus mengabdi di dunia seni. Namun penghargaan ini bukan segala-galanya. “Yang penting bagiamana kita berkarya secara tulus dan tanpa pamrih secara terus-menerus”.  Sebagai wujud bhakti dan pengabdian kita, untuk kelestarian dan keajegan Seni dan Budaya Bali. (Sdn.Humbud.Dps.).           


Oleh : naayadubek | 28 Juni 2017 | Dibaca : 126 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter