DOKUMENTER "GENGGONG" SENI MUSIK TRADISIONAL BR. PEGOK - SESETAN

  • 04 Juni 2020
  • Oleh: Dinas Kebudayaan Kota Denpasar
  • Dibaca: 221 Pengunjung

Genggong di Banjar Pegok Sesetan pada masa lampau itu dimainkan untuk 
menghibur diri sebagai pengisi waktu beristirahat ketika selesai beraktivitas di sawah, 
digunakan juga sebagai ajang bersosialisasi, bertemu sapa, dan hingga menjalin cinta 
kasih. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan mengenai beberapa fungsi 
genggong di masa lampau dan masa sekarang. Genggong pada masa lampau 
berfungsi sebagai: (1) Ungkapan emosional rasa syukur dan bahagia dengan dapat 
menciptakan lagu (gending) yang menceritakan keindahan alam persawahan seperti 
gending galang kangin dan cerukcuk punyah; (2) Media hiburan masyarakat petani 
yang tergolong masyarakat agraris ketika beristirahat di sawah dalam aktivitasnya 
menanam padi, menghalau burung, dan panen; (3) Media komunikasi untuk 
memanggil para kerabat untuk ikut bermain genggong disela-sela kesibukan 
menggarap sawah dan juga digunakan sebagai media komunikasi dengan lawan jenis 
untuk menjalin tali cinta kasih; dan (4) Media integrasi sosial untuk memperkuat 
hubungan kekeluargaan antara pemain dengan pemain dan antara pemain dengan 
penikmat.  
Sedangkan fungsi masa sekarang genggong sebagai musik tradisional di 
Banjar Pegok Sesetan mengalami perkembangan secara dinamis, yaitu: (1) Media 
pendidikan yang dapat diamati dari gending-gending kuno dengan mengisyarakatkan 
bagaimana pentingnya menjaga alam lingkungan sekitar. Genggong juga dapat 
mengingatkan generasi sekarang akan sejarah nenek moyangnya sebagai petani yang 
mampu menciptakan karya seni musik yang sangat indah serta unik, dan masa 
 
sekarang nampak juga pada proses pengajaran kepada anak-anak mengenai teknik 
membuat, memainkan, dan merawat alat musik genggong; (2) Media integrasi sosial 
juga nampak pada masa sekarang ketika individu-individu masyarakat akhirnya 
mengalami pembauran dengan membentuk sekaa genggong Qakdanjur; (3) Media 
hiburan juga menjadi fungsi genggong pada masa sekarang, tetapi menghiburnya 
tidak lagi spontanitas, melainkan dengan persiapan sedemikian rupa khusus untuk 
hiburan masyarakat; (4) Pengiring tari juga menjadi fungsi genggong pada masa 
sekarang yang dikolaborasikan dengan instrumen musik gambelan geguntangan, 
biola, dan cello.  
Berdasarkan simpulan di atas dapat diketahui genggong sebagai seni musik 
tardisional di Banjar Pegok Sesetan terus berkembang secara dinamis yang awalnya 
dimainkan secara spontanitas oleh para petani dalam aktivitasnya di sawah pada masa 
sekarang dipentaskan lebih terstruktur, difungsikan sebagai media hiburan pengiring 
tari, ditambahkan instrumen-instrumen pengiring seperti geguntangan, biola, cello,  
dan dalam hal teknis pertunjukan menggunakan perkembangan teknologi seperti 
penggunaan sound system sebagai pengeras suara. 
 


  • 04 Juni 2020
  • Oleh: Dinas Kebudayaan Kota Denpasar
  • Dibaca: 221 Pengunjung

video Terkait Lainnya

Drs. I Gusti Ngurah Bagus Mataram

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?