Baca Berita

“Air Perempuan dan Anak-Anak” Jadi Tema DFF ke 8

Oleh : naayadubek | 07 Maret 2017 | Dibaca : 232 Pengunjung

Denpasar, Seperti tahun sebelumnya Denpasar Film Festival ke 8 kali ini diawali dengan pelatihan pembuatan film dokumenter. Pelatihan akan dipusatkan di wilayah Danau Buyan Bedugul lewat media perkemahan melibatkan peserta dari Denpasar dan luar Denpasar. Dalam pembukaan kemarin Plt. Kadis Kebudayaan Denpasar Nym. Sujati mewakili Walikota didampingi Kabid Dokumen Gung Sindu berkenan melepas para peserta DFF, Selasa (7/3) di Aula Sabho Lango Dinas Kebudayaan Denpasar.

Dalam sambutannya Walikota berharap agar industri kreatif Film mampu menjadi industri yang mampu memberikan jaminan kehidupan bagi para pelakunya. Untuk itu perlu dilakukan upaya kerjasama dengan berbagai pihak baik swasta maupun dengan organisasi perangkat Daerah (OPD) yang ada di Kota Denpasar. Sehingga upaya ini tidak berhenti sampai di tatanan pemahaman dan tehnik penggarapan saja. Melainkan mampu membangun sinergitas dengan berbagai pihak sehingga keberlangsungan dan eksistensi industri kreatif ini tetap terjamin, terang Rai Mantra.

Sementara Agung Bawantara selaku ketua panitia sekaligus ketua Yayasan Bali Gumanti selaku penyelenggara kegiatan mengatakan menyambut baik dan siap menindak lanjuti apa yang menjadi usul/saran Bapak Walikota. Dikatakan pula bahwa konsisten dan  inti dari program-program DFF selalu menitik beratkan pada edukasi, apresiasi dan kompetisi. Dan setiap tahun seluruh mata acara selalu ditingkatkan kualitasnya baik dalam penyelenggaraan maupun kontennya . Sementara program-program dalam festival film dokumenter besutan Yayasan Bali Gumanti yang didukung penuh Dinas Kebudayaan Kota Denpasar mencakup beberapa hal seperti; pelatihan, pemutaran film, pendampingan produksi,  pameran, diskusi, lomba, dan berakhir dengan malam penganugerahan. Untuk tahun ini rangkaian program DFF diawali dengan Kemah Pelatihan Produksi Film Dokumenter yang diselenggarakan mulai 7-11 Maret 2017. Dengan instruktur utama Panji Wibowo (Sutradara film) yang juga dosen di Fakultas Film dan Televisi (FFTV) Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Ditambah instruktur lainnya yang juga praktisi seperti; Rio Helmi, I Wayan Juniartha, Anton Muhajir dan Totok Parwatha. Adapun peserta diambil diambil dari siswa SMP dan SMA/SMK di Kota Denpasar termasuk peserta umum yang dipilih melalui seleksi. Keduanya mendapat jatah masing-masing lima kelompok. Jadi akan ada lima kelompok untuk SMP dan lima kelompok untuk SMA sehingga total peserta maskimal hanya 20-30 orang saja. Sedangkan untuk materi, selain teori peserta juga dituntun untuk melakukan praktek lapangan tahap demi tahap. Pada akhir pelatihan semua kelompok peserta diwajibkan menyerahkan karya dokumenter berdurasi dua hingga empat menit yang mereka buat selama pelatihan. (Sdn.Humbud.Dps.).

 


Oleh : naayadubek | 07 Maret 2017 | Dibaca : 232 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter