Baca Berita

PESAMUAN “SABHA UPADESA DENPASAR”

Oleh : naayadubek | 10 Maret 2017 | Dibaca : 256 Pengunjung

Rai Mantra, “Pengrupukan Kita Nyomya Bhuta Jangan Manusia Jadi Bhuta”

Denpasar, Pesamuan Sabha Upadesa Kota Denpasar yang dihadiri Walikota Denpasar IB Rai D. Mantra dan seluruh jajaran OPD, kemarin berlangsung khidmat. Dalam kesempatan tersebut Walikota berpesan agar semua komponen ikut menjaga ketertiban, kenyamanan dan keamanan Kota Denpasar tak terkecuali jelang pengrupukan dan perayaan hari suci Nyepi. Kamis (9/3) di Jaba Sisi Pura Gunung Payung Kutuh Badung.  

Pesamuan Sabha Upadesa yang rutin digelar sesuai kebutuhan, pertemuan kali ini lebih menitik beratkan pada upaya pemecahan masalah dan tantangan yang dihadapi Kota Denpasar saat ini dan upaya kedepan. Tak dipungkiri memang Kota Denpasar yang begitu hetrogen dengan segala problematik persoalaan yang dihadapi masih menyisakan beberapa persoalaan yang belum terpecahkan. Seperti masalah kependudukan terutama penduduk pendatang yang terus berdatangan. Kenyataan ini tentu dapat menimbulkan berbagai dampak sosial seperti; kekumuhan, kemiskinan termasuk lingkungan dan lain-lain. Terhadap hal ini Walikota Rai Mantra berpesan agar seluruh aparatur mulai dari yang terbawah hingga pucuk pimpinan agar selalu bekerjasama bahu-membahu melakukan langkah antisipatif terhadap berbagai persoalaan yang dihadapi. Termasuk melakukan tindakan tegas terhadap mereka yang melanggar sesuai aturan yang berlaku, terang Rai Mantra. Terkait dengan pengrupukan dan Nyepi, Rai Mantra juga menginstruksikan kepada seluruh aparaturnya untuk selalu waspada dan siaga. Terutama melarang masyarakat yang membunyikan mercon/petasan, penggunaan house musik, minuman keras, narkoba dan lain-lain. Terhadap masih adanya kelompok-kelompok yang menggunakan house musik saat malam pengrupukan. Walikota menyarankan agar dilakukan langkah antisipasi yang simpatik dengan memberikan pengertian-pengertian agama tentang makna perayaan Nyepi kepada warganya. Sehingga pemahaman dan pemaknaan hari suci Nyepi tak melenceng dari akar yang sebenarnya. “Malam pengrupukan itu kita nyomya bhuta jangan dibalik manusia berubah jadi bhuta”, guyon Rai Mantra. Rai Mantra juga berharap agar dalam upaya pemecahan masalah yang dihadapi Denpasar, seluruh komponen harus intens menggelar pertemuan rutin. Sehingga setiap persoalaan yang muncul bisa kita cegah sedini mungkin termasuk menampung dan merespon berbagai masukan yang datang dari masyarakat, terangnya. (Sdn.Humbud.Dps.).   


Oleh : naayadubek | 10 Maret 2017 | Dibaca : 256 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter