Baca Berita

JAGA EKSISTENSI DESA PAKRAMAN

Oleh : naayadubek | 04 Agustus 2017 | Dibaca : 168 Pengunjung

Pemkot Rutin Gelar Pembinaan dan Evaluasi

Denpasar, Menghadapi perubahan jaman yang semakin mengglobal, diperlukan upaya strategis untuk menangkalnya. Salah satunya adalah memberi peranan yang lebih luas kepada Desa Pakraman selaku benteng penangkal diranah masyarakat. Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar saat membacakan sambutan Walikota dalam kegiatan evaluasi Desa Pakraman Se-Kota Denpasar, Kamis (3/8) di Wantilan Br. Sumuh Kecamatan Denpasar Barat.

Lebih jauh dikatakan Sujati, sebagai tujuan pariwisata dunia, Kota Denpasar dihadapkan dengan berbagai persoalaan sosial. Diantara persoalaan tersebut, perlu langkah dan upaya-upaya strategis dalam penanganannya. Desa pakraman selaku ujung tombak, dalam hal ini memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya tersebut.Untuk itu Desa Pakraman perlu diberikan ruang dan peranan yang seluas-luasnya dalam menangkal segala persoalaan tersebut. Dengan terus memberikan pembinaan dan pendampingan terhadap para prajuru atau para pengurusnya. Sehingga memiliki kemampuan dan ketrampilan yang memadai ketika mereka dihadapkan dengan berbagai persolaan tersebut. Baik menyangkut soal keamanan, kenyamanan, ketertiban, kebersihan lingkungan, kesejahteraan dan lain-lain.

Sementara A.A. Oka Suweca, SH selaku Bendesa Desa Pakraman Denpasar dalam evaluasi tersebut menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemerintah Kota Denpasar dalam hal ini Dinas Kebudayaan. Dalam usahanya membangun dan memperkuat Desa Pakraman sebagai benteng dalam menangkal berbagai persoalan. Sekaligus sebagai upaya dalam memperkuat dan melestarikan adat, budaya dan agama. Ditambahkan Suweca, Desa Pakraman Denpasar yang kini memiliki 105 banjar adat plus puluhan banjar dinas, memiliki persoalaan yang cukup komplek. Terutama persoalaan kependudukan dan lingkungan yang perlu mendapat penanganan yang serius disamping persoalaan lainnya. Sedangkan I Wayan Meganada selaku ketua Tim Penilai, dihadapan krama banjar mengatakan mobilitas Desa Pakraman diera sekarang ini cukup tinggi persoalan yang dihadapinyapun cukup beragam. Biar tidak semangat para prajuru Desa semakin menurun, maka perlu langkah dan upaya strategis seperti pembinaan kali ini, terangnya. Dalam kesempatan tersebut Meganada juga membacalan nama-nama yang ditunjuk sebagai tim evaluasi yang terbagi dalam tiga bagian. Yakni baga Palemahan, baga Pawongan dan baga Parahyangan. Evaluasi Desa Pakraman kali ini akan berlangsung selama empat hari menyasar empat Kecamatan di Kota Denpasar. (Humbud.Sdn.Dps).


Oleh : naayadubek | 04 Agustus 2017 | Dibaca : 168 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter