Baca Berita

“PARUM PARAM” Bangun Karakter Bangsa Lewat Aktualisasi Nilai Puputan Badung

Oleh : naayadubek | 22 September 2017 | Dibaca : 315 Pengunjung

Denpasar, Dalam rangka peringati hari Puputan Badung ke 111, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan Denpasar menggelar simposium yang bertajuk “Parum Param” digelar di Inna Bali Hotel Denpasar, Selasa (19/9). Parum Param yang bertemakan “Aktualisasi Nilai-Nilai Puputan Badung Dalam Membangun Karakter Bangsa” diikuti tak kurang dari 100 orang peserta dari berbagai kalangan. Diantaranya; Organisasi Perangkat Daerah Se-Kota Denpasar, Panglingsir Puri, Sabha Upadesa, Camat, Widya Sabha, Mahasiswa dan kalangan pelajar di Kota Denpasar.

Dewa Windu Sancaya selaku Ketua Panitia dalam laporannya mengatakan, dengan bercermin pada nilai-nilai yang terkandung dalam Puputan Badung. Bangsa ini diharapkan mampu membangun karakternya lebih kuat lagi. Dengan memaknai nilai-nilai tersebut, kita mampu merangkai kembali konsinyuitas antara kesucian dan kemurnian dalam kontek sejarah. Serta mampu memaknai arti dan spirit perjuangan masa depan dan sekarang diera modern dan global, jelasnya. Untuk ini pihaknya sengaja mengundang beberapa penyaji/pemakalah seperti diantaranya; Agung Bawantara dengan judul makalah “Nilai-Nilai Kepemimpinan I Gusti Ngurah Rai”, Ni Luh Yesi Candrika dengan makalah berjudul “Nilai-Nilai Kepemimpinan I Gusti Ngurah Made Agung”, I Wayan Juliana dengan makalah “Puputan Badung, Analisis Berdasarkan Geguritan Puputan Badung” dan Ayu Putri Suryaningrat dengan makalah berjudul “I Gusti Ngurah Made Agung di Mata Generasi Muda Denpasar”.

Sementara Walikota Denpasar dalam sambutannnya yang dibacakan Asisten III I Gst. Ngr. Edy Mulya mengatakan, dalam mekanai nilai-nilai Puputan Badung kita harus memiliki tujuan yang jelas, jiwa keberpihakan, harmonis, cerdas dan berbudi.Bukan saling sikut atau saling makan satu sama lain. Oleh karenya memaknai nilai-nilai Puputan Badung diharapkan mampu membangkitkan dan meningkatkan spirit dan taksu dalam membangun karakter dan jati diri manusia. Untuk itu Walikotasangat mengapresiasi digelarnya kegiatan Parum Param ini. Selanjutnya perlu dilestarikan serta  dikembangkan lebih jauh agar aspek pemahaman kita tentang Bali maupun Denpasar melalui nilai-nilai yang terkandung dalam Puputan Badung tidak jauh berbeda. (Sdn.Humbud Dps.). 


Oleh : naayadubek | 22 September 2017 | Dibaca : 315 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Foto
Apel dalam memperingati HUT RI ke 72
Video
Tari Baris
Facebook
Twitter